Hasil Semifinal Liga Champions Chelsea Vs Real Madrid

Tidak banyak yang terjadi di antara kedua belah pihak – dan itu saja merupakan kredit untuk Chelsea – terutama dalam 45 menit pertama, tetapi Chelsea mampu menjadi yang terbaik di saat yang paling penting. Di satu sisi, Timo Werner menebus offside yang menyebalkan yang mengesampingkan gol hebat dengan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk mengangguk ke gawang yang kosong setelah Kai Havertz memotong (!) Courtois tetapi membentur mistar gawang. Babak kedua adalah latihan yang sangat membuat frustrasi, karena Chelsea kehilangan peluang demi peluang demi peluang untuk merebut kemenangan di atas tim tamu. Havertz membentur tiang gawang (lagi), Mount melewatkan peluang besar, dan Courtois menyelamatkan dari Werner dan Havertz, sementara Valverde membuat blok krusial pada Kante. Kemudian giliran Pulisic untuk tidak membuat beberapa posisi yang menjanjikan untuk dihitung.

Dan kemudian, dengan hanya lima menit tersisa, penyiksaan akhirnya berakhir ketika Kante melakukan intersepsi luar biasa lainnya, Pulisic tetap tenang, meninggalkan Courtois, dan memilih Mount untuk mendapatkan penyelesaian yang mudah untuk memastikan hasilnya.

Berikut adalah reviev hasil Semifinal Liga Champions Chelsea Vs Real Madrid seperti yang dilansir oleh media bola.tempo.co

Laga semifinal kedua Liga Champions antara Chelsea vs Real Madrid berakhir dengan skor 1-0. Real Madrid yang mengemban misi harus menang justru tak berdaya di Stadion Stamford Bridge.

Zinedine Zidane sebenarya diuntungkan dengan kembalinya sejumlah pemain menjelang alga ini. Dia langsung memasang Eden Hazard di lini depan untuk menemani Karim Benzema dan Vinicius Junior.

Di lini belakang, Marcelo yang diturunkan pada laga pertama diistirahatkan. Zidane lebih memilih Ferland Mendy yang telah pulih dari cedera di sisi kiri pertahanan timnya. Sergio Ramos yang juga pulih dari cedera pun bermain sejak awal untuk menggantikan Raphael Varane yang mengalami cedera otot di kaki kanannya.

Sementara Chelsea tak melakukan banyak perubahan dalam susunan pemainnya. Pelatih Thomas Tuchel mempertahankan sebagian besar pemainnya yang turun pada laga pertama pekan lalu. Juru taktik asal Jerman itu hanya mengganti Christian Pulisic dengan Kai Havertz di lini depan.

Tidak banyak yang terjadi di antara kedua belah pihak – dan itu saja merupakan kredit untuk Chelsea – terutama dalam 45 menit pertama, tetapi Chelsea mampu menjadi yang terbaik di saat yang paling penting.

Di satu sisi, Timo Werner menebus offside yang menyebalkan yang mengesampingkan gol hebat dengan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk mengangguk ke gawang yang kosong setelah Kai Havertz memotong (!) Courtois tetapi membentur mistar gawang. Babak kedua adalah latihan yang sangat membuat frustrasi, karena Chelsea kehilangan peluang demi peluang demi peluang untuk merebut kemenangan di atas tim tamu. Havertz membentur tiang gawang (lagi), Mount melewatkan peluang besar, dan Courtois menyelamatkan dari Werner dan Havertz, sementara Valverde membuat blok krusial pada Kante. Kemudian giliran Pulisic untuk tidak membuat beberapa posisi yang menjanjikan untuk dihitung.

Dan kemudian, dengan hanya lima menit tersisa, penyiksaan akhirnya berakhir ketika Kante melakukan intersepsi luar biasa lainnya, Pulisic tetap tenang, meninggalkan Courtois, dan memilih Mount untuk mendapatkan penyelesaian yang mudah untuk memastikan hasilnya. Real Madrid mencoba mengepung pertahanan Chelsea pada awal pertandingan. Akan tetapi rapatnya pertahanan The Blues membuat Eden Hazard cs kesulitan masuk ke kotak penalti.

Keasyikan menyerang, gawang Real Madrid justru kebobolan apda menit ke-17. Chelsea berhasil mencetak gol melalui serangan balik cepat semenit berselang. Sayangnya wasit menganulir gol tersebut karena Timo Werner dianggap sudah dalam posisi offside saat menymbut umpan silang mendatar dari Ben Chillwell. Pada menit ke-26, giliran Karim Benzema yang memberikan ancaman. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tembakan dari tepi Real Madrid mencoba mengepung pertahanan Chelsea pada awal pertandingan. Akan tetapi rapatnya pertahanan The Blues membuat Eden Hazard cs kesulitan masuk ke kotak penalti.

Keasyikan menyerang, gawang Real Madrid justru kebobolan apda menit ke-17. Chelsea berhasil mencetak gol melalui serangan balik cepat semenit berselang. Sayangnya wasit menganulir gol tersebut karena Timo Werner dianggap sudah dalam posisi offside saat menymbut umpan silang mendatar dari Ben Chillwell. Pada menit ke-26, giliran Karim Benzema yang memberikan ancaman. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti ke pojok kiri gawang Chelsea. Apes bagi Real Madrid, Mendy masih dapat menepis bola dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Dua menit berselang, Chelsea akhirnya benar-benar unggul. Menerima umpan dari N’Golo Kante, Kai Havertz sukses mencongkel bola melewati Courtois. Bola sempat mengenai mistar gawang namun langsung ditanduk oleh Timo Werner yang tak terkawal. Pada awal babak kedua Chelsea justru tampil lebih agresif. Kai Havertz nyaris menggandakan keunggulan timnya dua menit babak kedua berjalan.

Menerima umpan silang dari Cesar Azpilicueta, Havertz memenangkan duel udara dan menyundul bola ke pojok kanan atas gawang Real Madrid. Sayangnya bola sundulan Havertz masih diselamatkan oleh mistar gawang meskipun Courtois tak mampu menjangkaunya. Gawang Real Madrid kembali terancam pada menit ke-51. Kali ini Thiago Silva berhasil menyambut umpan tendangan bebas Chillwell. Akan tetapi sundulan bek asal Brasil itu masih sedikit melambung di atas mistar gawang Madrid.

Eksekusi kurang sempurna Mason Mount pada menit ke-53 pun gagal membuat Chelsea menggandakan keunggulan. Menerima umpan tumit dari Timo Werner, Mount berhasil merangsek ke kotak penalti Real Madrid. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Courtois, tendangan Mount melambung tinggi di atas gawang Madrid. Peluang emas yang didapatkan Timo Werner pada menit ke-59 pun gagal membuahkan gol. Mendapatkan umpan panjang dari Jorginho, penyerang asal Jerman itu sebenarnya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Courtois, akan tetapi tendangannya masih terlalu mudah dibaca oleh mantan penjaga gawang Chelsea tersebut.

Pada menit ke-61 Zidane malakukan dua pergantian pemain. Dia menarik keluar Ferland Mendy dan Vinicius Junior untuk memasukkan Fede Valverde dan Marco Asensio. Real Madrid akhirnya mendapatkan peluang pertamanya pada menit ke-64. Eden Hazard melepaskan tembakan dari sudut sempit kiri kotak penalti Chelsea. Akan tetapi tendangan Hazard masih dapat ditepis oleh Mendy dan hanya berbuah tendangan sudut.

Dua menit berselang Coutois kembali berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya. Kali ini dia menggagalkan tembakan N’Golo Kante yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengannya. Werner yang gagal memanfaatkan sejumlah peluang pun ditarik keluar pada menit ke-67. Tuchel memasukkan Christian Pulisic untuk memperkuat lini tengahnya.

Melihat Real Madrid yang terus tertekan, Zidane berupaya memperkuat daya gedor skuadnya dengan memasukkan Rodrygo Goes menggantikan Casemiro pada menit ke-75. Pada menit ke-85, peluang Real Madrid untuk lolos ke babak final pupus. Mason Mount menambah keunggulan Chelsea setelah menerima umpan tarik dari Christian Pulisic. Dengan skor 2-0, Real Madrid mendapatkan misi nyaris mustahil, mencetak tiga gol dalam lima menit.

Berbagai upaya yang dilakukan Eden Hazard cs tak mampu membuat Los Blancos mengejar ketertinggalan. Zidane sempat memasukkan Mariano Diaz untuk menggantikan Eden Hazard pada dua menit menjelang waktu normal berakhir. Akan tetapi skor tetap bertahan 2-0. Hasil 2-0 pada laga Chelsea vs Real Madrid itu membuat The Blues lolos ke partai final Liga Champions dengan kumulasi 3-1. Pada partai puncak mereka akan menghadapi Manchester City yang kemarin menyingkirkan PSG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*